What Midnight Rain Brings You

Those painful memories

 

That first unhappiness

That first crying

That first scar

That first got hit

That first got kicked

That first rejection

That first unlucky moment

That first got slapped

That first broken-hearted

That first fell down

That first got sick

That first got bullied

That first felt unwanted

That first felt not worthed

That first left behind

That first hatred

That first sadness

That first gulty

That first fissapointed

That first anxiety

That first anger

That first worry

That first frustration

That first lonesome

That first accident

That first got unlucky

That first got devasted

 

And other painful memories rewind all night long

Just like the rain fell down repeatedly

Ada Hujan

Tulisan ini sebenarnya adalah sebuah penjelasan dari nama blog yang aku punya. Dari sekian banyak kata kata, thererain adalah nama yg akhirnya aku putuskan untuk dijadikan sebuah nama blog. Lantas kenapa di beri nama tersebut?

Dari bahasa indonesia, ada hujan. Namun rasanya sangat tidak keren ketika nama blog nggak ditulis dengan bahasa inggris. Oleh karena itu ada hujan ku terjemahkan kedalam bahasa inggris. Oh tolong, ya aku tahu ketika ada hujan dijerjemahkan kedalam bahasa inggris, tentu saja harus ada predikat yg mengikuti apalagi bila kata tersebut bukan kata kerja.

Ada hujan dalam bahasa inggris seharusnya there is rain atau there are rain.
Tapi sekali lagi kuingatkan. Aku tidak dalam kondisi sedang mengikuti ujian bahasa inggris, tidak pula sedang menulis essay, dimana grammar menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Ini adalah nama untuk sebuah blog dan rasanya menulis thereisrain atau therearerain rasanya tidak terlalu cocok. Tapi thererain rasanya pas untuk sebuah blog. (Oh tolong ini adalah blogku kecocok atau ketidakcocokkan tentu aku yang menentukan).

Continue reading

Crossing path

June, 26th 2015
Jam 03:00 terbangun. Sebenarnya sudah terbangun dari jam 1 pagi dan masih belum bisa tidur lagi. Dua jam menghabiskan waktu dengan grasak grusuk dikasur mencoba untuk tidur tapi tetap tidak bisa. Selama 2 jam, banyak hal yang terlintas dipikiran. Yang paling penting adalah apakah mungkin selama ini banyak hal yang sudah aku lewatkan karena terlalu cuek? Melewatkan hal-hal penting hanya karena sudah tidak ingin merasakan kesedihan akibat kegagalan. Mengatakan pada diri sendiri kalau hal-hal tersebut masih bisa terulang lagi dilain waktu, ya kesempatan kedua, sehingga aku selalu melewatkan kesempatan pertama. Dan pada akhirnya kamu tau, kamu mulai dihantui oleh perasaanmu sendiri.

Yang terlewatkan mungkin memang menyisakan suatu keadaan dimana kita mulai berpikir kalau saja aku tidak melewatkannya. Kalau saja dulu aku berani ambil resiko untuk melakukannya. Kalau saja aku tidak terlalu cuek sehingga bisa sedikit lebih peka terhadap orang orang disekitar. Kalau saja aku tidak memikirkan rasa sedih atau sakit hati yang bisa aku dapatkan ketika aku mengambil kesempatan itu. Mungkin kehidupanku akan sedikit lebih berwarna kalau saja dulu kesempatan-kesempatan itu aku ambil.

Continue reading

what if …

what if
yah lately those words selalu muncul diotakku
dari hal hal sepele sampai bagian yang kadang sulit untuk diungkapkan

what if i am not me
what if things i have is taken from me
will i be able to feel others feeling
will i be treated the same way they treated others
will i have chance to feel what is like to be a human being
feels love, cherishes life, regrets the past, keep the memories left
will i?

asking why is a thing that i won’t do it
i am a person who believe that everything happens for reasons
for sure good reasons.