What Midnight Rain Brings You

Those painful memories

 

That first unhappiness

That first crying

That first scar

That first got hit

That first got kicked

That first rejection

That first unlucky moment

That first got slapped

That first broken-hearted

That first fell down

That first got sick

That first got bullied

That first felt unwanted

That first felt not worthed

That first left behind

That first hatred

That first sadness

That first gulty

That first fissapointed

That first anxiety

That first anger

That first worry

That first frustration

That first lonesome

That first accident

That first got unlucky

That first got devasted

 

And other painful memories rewind all night long

Just like the rain fell down repeatedly

Masalah Hati Part 1

Halo sudah lama aku mau nulis sesuatu disini. Writer’s block membuatku tidak ingin menulis sehingga inspirasi untuk menulis juga nggak ada. Selama terkena writer’s block, aku sedang memikirkan topik apa yang cocok untuk ditulis, itu juga yang membuat blogku terpinggirkan begitu aja. Sudah punya topik yang akan ditulis terus ngerasa kalau topiknya kurang greget, alhasil nggak jadi menulis haha. Pernah juga ngerasa topiknya bagus tapi kok kayaknya aku ragu bakalan bisa menulis dengan baik dan menarik (yeah thats writer’s problem). Selalu ngerasa kalau tulisan yang dibuat nggak pernah bagus. Sekarang sedang berusaha keras untuk menulis soalnya yang namanya writer’s block itu nggak boleh dibiarin terus menerus karena takutnya keinginan buat menulis semakin lama akan hilang. Nah, untuk memutuskan rantai writer’s block ini, akhirnya aku nyari topik dan menulis soal ini, masalah hati.

Ada apa dengan masalah hati? Apa aku sedang mengalami masalah satu ini? Nope. Hati selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas dan ditulis. Menilik aku yang sudah berumur (ups) dan kebanyakan orang yang seumuran denganku sering sekali menemui masalah ini haha. Yah walaupun masalah yang kita hadapi nggak melulu soal hati sih, masih banyak juga masalah lain seperti kerjaan, keluarga, finansial, dll.

Sebagai orang yang ada di pertengahan duapuluhan, masalah hati kayaknya masih menduduki deretan atas dari masalah-masalah yang dihadapi. Apa aja sih masalah menyangkut hati itu? Pertama, adalah proses mencari tambatan hati (haha). Ini masalah serius guys haha. Berapa banyak coba jones yang ada di dunia ini yang sibuk nyari jodoh yang tak kunjung datang, kamu salah satunya mungkin. Untuk masalah satu ini, mungkin cuma Tuhan yang tahu kapan akan bertemu dengan jodohmu (sigh). Continue reading

Segudang Persinggungan

Jadi mungkin seperti ini sebuah tempat persinggungan. Antara masa lalu, masa kini juga masa depan. Tempat dimana sangat biasa terlihat gurat-gurat wajah gembira, sedih, dan masih banyak lukisan wajah yang lain. Persinggungan masa lalu ketika bertemu kawan lama, senyuman terukir diwajah ketika menjemput mereka yang akhirnya memutuskan untuk kembali.

Persinggungan masa kini saat tak sengaja bertemu dengan yang lain di tempat yang sama entah untuk mengantar ataupun menjemput. Rona kaget terlihat tatkala bertemu, sejenak bertegur sapa kemudian kembali pada tujuan semula. Continue reading

Ada Hujan

Tulisan ini sebenarnya adalah sebuah penjelasan dari nama blog yang aku punya. Dari sekian banyak kata kata, thererain adalah nama yg akhirnya aku putuskan untuk dijadikan sebuah nama blog. Lantas kenapa di beri nama tersebut?

Dari bahasa indonesia, ada hujan. Namun rasanya sangat tidak keren ketika nama blog nggak ditulis dengan bahasa inggris. Oleh karena itu ada hujan ku terjemahkan kedalam bahasa inggris. Oh tolong, ya aku tahu ketika ada hujan dijerjemahkan kedalam bahasa inggris, tentu saja harus ada predikat yg mengikuti apalagi bila kata tersebut bukan kata kerja.

Ada hujan dalam bahasa inggris seharusnya there is rain atau there are rain.
Tapi sekali lagi kuingatkan. Aku tidak dalam kondisi sedang mengikuti ujian bahasa inggris, tidak pula sedang menulis essay, dimana grammar menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Ini adalah nama untuk sebuah blog dan rasanya menulis thereisrain atau therearerain rasanya tidak terlalu cocok. Tapi thererain rasanya pas untuk sebuah blog. (Oh tolong ini adalah blogku kecocok atau ketidakcocokkan tentu aku yang menentukan).

Continue reading

Crossing path

June, 26th 2015
Jam 03:00 terbangun. Sebenarnya sudah terbangun dari jam 1 pagi dan masih belum bisa tidur lagi. Dua jam menghabiskan waktu dengan grasak grusuk dikasur mencoba untuk tidur tapi tetap tidak bisa. Selama 2 jam, banyak hal yang terlintas dipikiran. Yang paling penting adalah apakah mungkin selama ini banyak hal yang sudah aku lewatkan karena terlalu cuek? Melewatkan hal-hal penting hanya karena sudah tidak ingin merasakan kesedihan akibat kegagalan. Mengatakan pada diri sendiri kalau hal-hal tersebut masih bisa terulang lagi dilain waktu, ya kesempatan kedua, sehingga aku selalu melewatkan kesempatan pertama. Dan pada akhirnya kamu tau, kamu mulai dihantui oleh perasaanmu sendiri.

Yang terlewatkan mungkin memang menyisakan suatu keadaan dimana kita mulai berpikir kalau saja aku tidak melewatkannya. Kalau saja dulu aku berani ambil resiko untuk melakukannya. Kalau saja aku tidak terlalu cuek sehingga bisa sedikit lebih peka terhadap orang orang disekitar. Kalau saja aku tidak memikirkan rasa sedih atau sakit hati yang bisa aku dapatkan ketika aku mengambil kesempatan itu. Mungkin kehidupanku akan sedikit lebih berwarna kalau saja dulu kesempatan-kesempatan itu aku ambil.

Continue reading

Have you ever..

Have you ever regretted the way you act?
Not be honest to yourself?

Ini adalah tulisan pertama di tahun 2015. Di tahun 2014 kemarin banyak hal yang kujalani yang kujadikan sebagai sebuah pengalaman, sebuah proses belajar.

Iya, di tahun 2014 aku sempat mengikuti sebuah event internasional yang diselenggarakan di Jogja. Event yang berlangsung setiap satu tahun sekali itu adalah event jalan kaki. Kebetulan aku mendaftar sebagai volunteer, itung-itung buat nambah pengalaman.

Selain itu tahun 2014 juga tahun keempatku berada di jogja. Harusnya sih sekarang sudah nggak di jogja, iya harusnya. Tapi karena skripsi yang belum juga selesai apa dayaku, aku masih harus berkutat lebih lama disini.

Di tahun yang baru, kebanyakan orang bakalan berbondong-bondong buat yang namanya resolusi. Yah, dulu pun aku juga sering begitu tapi melihat hampir di setiap tahun resolusi yang kutulis nggak banyak tercapai rasanya tahun ini sudahlah nggak lagi untuk nulis itu.

Tugas akhir. Mungkin ini tujuan jangka pendek yang harus aku selesaikan. Karena aku juga sudah mulai capek jadi mahasiswi hahah. Jadi sudah waktunya untuk lulus. Semangat!

Untuk mereka, untuk mereka yang mungkin membaca tulisan ini. Teruntuk kamu, yang mungkin membaca tulisan ini yang sudah tak lagi menjadi seorang pengagum, terima kasih.